Selasa, 06 Januari 2015


KALKULUS
  1.         Sistem bilangan riil

Kalkulus di dasarkan pada sisitem bilangan riil dan sifat – sifatnya. Tetapi apakah bilangan riil itu dan apa sifat-sifatnya? Untuk menjawab kita mulai dengan beberapa sistem bilangan yang lebih sedehana.

BILANGAN – BILANGAN  BULAT  DAN RASIONAL . Di antara sistem bilangan,yang paling sederhana adalah bilangan-bilangan asli,

1, 2, 3, 4, 5, 6, ..............
Dengan bilangan ini kita dapat menghitung : bubu-buku kita, teman-teman kita, dan uang kita. Jika kita gandengkan negatifnya dengan nol, kita peroleh bilangan-bilangan bulat :
........., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,..........
Bilamana kita mencoba mengukur panjang, berat atau tegangan listrik ,bilangan-bilangan bulat tidak memadai . bilangan ini terlalu kurang untuk memberikan ketelitian yang cukup. Kita di tuntun untuk juga mempertimbangkan hasil bagi(rasio) dari bilangan-bilangan  yaitu bilangan-bilangan seperti :
3/4 ,-7/8  ,21/5  , 19/-2,16/2  , dan -17/1

 


Perhatikan bahwa kita menyertakan   dan  walaupun secara normal kita menuliskannya sebagai 8 dan -17, karena sesuai dengan arti pembagian yang biasa mereka sama dengan yang belakangan. Kita tidak  menyertakan  atau , karena tidak mungkin membuat pengertian dari lambang-lambang ini. Marilah kita bersepakat untuk seterusnya membuang pembagian oleh nol. Bilangan-bilangan yang dapat di tuliskan dalam bentuk    ,di mana m dan n adalah bilangan-bilangan bulat dengan n ≠ 0 , di sebut bilangan-bilangan rasional .


                                                               
Apakah bilangan-bilangan rasional berpungsi mengukur ssemua panjang? Tidak . fakta yang ni di temukan oleh orang yunani kuno beberapa abad sebelum masehi . mereka memperlihatkan bahwa meskipun   merupakan panjang sisi-miring sebuah segi tiga siku-siku dengan sisi 1,bilangan ini tidak dapat di tuliskan sebagai suatu hasil bagi dari dua bilangan tak-rasional.

                                                                           
BILANGAN-BILANGAN RIIL. Sekumpulan bilangan  (rasional dan tak rasional) yang dapat mengukur panjang, bersama-sama dengan negatifnya dan nol kita namakan bilangan-bilangan riil.
Bilangan-bilangan riil dapat dipandang sebagai pengenal (label) untuk titik-titik  sepanjang sebuah garis mendatar. Di sana bilangan-bilangan ini mengukur jarak ke kanan atau ke kiri (jarak berarah) dari suatu titik tetap yang disebut titik asal dan diberi label 0. Walaupun kita tidak mungkin memperlihatkan semua label itu, tiap titik memang mempunyai sebuah label tunggal bilangan rill. Bilangan ini disebut koordinat titik tersebut. Dan garis koordinat yang dihasilkan diacu sebagai garis riil.


 





- 




Terdapat lambang-lambang baku untuk mengenali kelas-kelas bilangan yang sejauh ini telah dibahas. Mulai sekarang, N akan menyatakan himpunan bilangan asli (bilangan bulat positif), Z (dari bahasa Jerman,Zahlen) akan menyatakan himpunan bilangan bulat, Q (hasil bagi bilangan bulat) menyatakan himpunan bilangan rasional, dan R himpunan bilangan riil.

Hampir semua mahasiswa akan ingat bahwa sistem bilangan masih dapat diperluas lebih  a+b , dimana a dan b adalah bilangan-bilangan riil. Bilangan-bilangan kompleks akan jarang dipakai dalam buku ini. Kenyataannya, jika kita mengatakan bilangan tanpa penjelasan khusus, anda dapat menganggap bahwa yang dimaksudkan adalah bilangan riil. Bilangan-bilangan riil merupakan ciri utama dalam kalkulus.

EMPAT OPERASI HITUNGAN Dengan dua bilangan riil x dan y, kita dapat menambahkan atau mengalikan keduanya untuk memperoleh dua bilangan riil baru x+y dan xy. Penambahan dan perkalian mempunyai sifat-sifat yang telah dikenal berikut. Selanjutnya kita menyebutnya sifat-sifat medan.
               
Sifat – sifat medan
  1.  Hukum komutatif  x + y = y + x dan xy = yx
  2.  Hukum asosiatif x + (y+z) = (x + y) + z dan x (yz) = (xy)z
  3.  Hukum distribusi x (y +z) = xy + xz
  4.  Elemen- elemen identitas .terdapat dua bilangan rill yang berlainan 0 dan 1 yang   memenuhi x + 0 = x dan x.1= x
  5. Balikan ( invers ). Setiap bilangan x mempunyai bilangan aditif  ( di sebut juga sebuah negatif ) –x, yang mmenuhi x + (-x)= 0 . juga, setiap bilangan x kecuali 0 mempunyai balikan perkalian ( di sebut juga kebalikan ) x-1  yang memenuhi x . x-1 =1


Tidak ada komentar:

Posting Komentar